Pemasok Pangan
Ris
Mitra Warung Berkah
"Menurut saya berbagi itu penting. Kadang saya sendiri juga berkontribusi, kalau 25 porsi habis dan ada orang yang ingin makan siang dengan lauk seadanya. Intinya saya nyari berkah dan ikhlasnya aja gak harus dari jumlahnya. Harapannya kedepannya bisa terus lanjut membantu program Dapur Berkah dalam membagikan 25 porsi makanan gratis untuk Sahabat Berkah."
Ibu Ris yang berasal dari Purwokerto mendirikan Warteg Banyumas 10 tahun silam. Sejak ada pandemi pendapatan menurun drastis. Dapur Berkah meringankan kondisi tak menentu ini. Kadang ia berbagi atas inisiatif sendiri ketika 25 porsi yang Dapur Berkah beli setiap siangnya sudah habis, karena ia senang turut membantu yang membutuhkan. Ia berharap bisa terus lanjut membantu program Dapur Berkah.
Ading Prawoto
Mitra Warung Berkah Warteg Kharisma
"Alasan pribadi saya dengan kita bersedekah sama saja dengan memancing rezeki kita. Program ini bagus banget pokonya pengennya sih seterusnya supaya masyarakat di sini dan kita, pemilik warung, dapet berkahnya juga. Harapan saya untuk Yayasan Dapur Berkah semakin maju semoga cabangnya lebih banyak lagi."
Berusia 39 Tahun, Pak Ading mendirikan Warteg sejak 2013. Sejak ada pandemi, omzet warteg menurun sekitar 50% turun di awal PSBB. Sejak kerja sama dengan Dapur Berkah, terjadi peningkatan sekitar 10 – 15%. Tidak hanya menolong dirinya yang terdampak pandemi, program mitra Dapur Berkah juga telah menolong ojek online dan orang sekitar yang berpenghasilan tak menentu. Menurutnya, sebulan dua bulan pertama lingkup Sahabat Berkah kebanyakan dari sekitar Cipete, tapi saat bulan puasa banyak yang datang dari berbagai daerah. Perbedaan tersebut mendorongnya untuk berkontribusi saat Ramadhan, dengan menaikan quota jadi 35 – 40. Selesai Ramadhan ia juga membagikan 10 -15 porsi ekstra. Baginya, orang tidak akan kehilangan rezeki dengan bersedekah.
Rosyimah - NON AKTIF
Mitra Warung Berkah
"Merasa terbantu. Karena Dapur Berkah, jadi ramai dan pemasukan meningkat. Harapan saya Dapur Berkah terus menjalankan program makan siang gratis di warung saya karena terus terang ini sangat membantu usaha saya. Semoga Dapur Berkah banyak yang menyumbang dan terus lancar."
Ibu Ros, pemilik warteg Anda yang berusia 41 asal Tegal ini melanjutkan usaha kakaknya. Warteg Anda telah berdiri sejak 12 tahun lalu. Selama 5 bulan Dapur Berkah menjalankan program di Warteg Anda, Ibu Ros merasa terbantu. Sebelum ada Dapur Berkah usahanya cenderung sepi, terlebih sejak pandemi. Kini, pendapatannya meningkat dua kali lipat menjadi 600 ribu perharinya. Menurutnya berbagi sangat penting. Ia berharap Dapur Berkah terus menjalankan program makan siang gratis di wartegnya.
Elfina
Mitra Warung Berkah RM Padang Rantau Batuah
"Sangat bermanfaat dan menginsipirasi orang sekitar untuk donasi makanan gratis. Sejak 2 bulan berjalan kadang saya turut berkontribusi dalam menyumbang 10-15 porsi setiap harinya."
Elfina seorang pedagang masakan padang kelahiran 14 Juli 1979 ini telah menekuni usahanya sebagai pedagang masakan padang sejak 20 tahun silam.
Pandemi COVID-19 yang melanda negeri ini sejak 2 bulan lalu sangat berdampak terhadap penghasilan, pasalnya omzet usahanya menurun hingga 70%.
Sejak menjadi pemasok makanan gratis yang dibagikan setiap hari melalui RM Padang miliknya, Setidaknya lebih dari 1.000 porsi makanan telah diproduksi setiap minggunya untuk mendukung program makan siang gratis (sebelum Ramadhan) dan makan malam gratis (saat Ramadhan) oleh Yayasan Nur Dapur Berkah.
Ekawati
Mitra Etalase Berkah Masjid Taman Cahaya
"Setelah ada Dapur Berkah, hasil sekali seminggu memasok bisa diputar. Alhamdulillah bisa untuk anak kuliah, nyicil sedikit dan ditabung. Saat kemarin tutup dua bulan juga masih dipesan sama Dapur Berkah, jadi tetap dapat rezeki. Harapan terbesarnya semoga lancar terus. Bisa sekolahin anak sampai tuntas sebagai orang tua itu sudah cukup. Sedekah itu wajib menurut agama saya, walau sedikit."
Ibu Ekawati pemilik Warteg di daerah kedoya, Jakarta Barat sudah menjadi #SahabatBerkahBerdaya semenjak Etalase Berkah pertama berdiri di Masjid Raya Taman Cahaya satu tahun lalu.
Di kala pandemi melanda negeri ini dampak pahit juga dirasakan sebagai pedagang makanan. Namun sebagai pemasok makanan Etalase Berkah, ia masih bisa menyambung usahanya. Ibu 4 anak ini mengaku warungnya sempat tutup selama 2 bulan di masa PSBB jilid pertama lalu, namun pesanan dari Dapur Berkah membuatnya dapat bertahan.
Sumber kekuatan bu Eka yaitu rasa syukur akan keluarga yang masih dianugerahi kesehatan, kemampuan menjalankan usaha ditengah kondisi ini serta dapat melihat anak-anaknya menyelesaikan pendidikan menurutnya itu sudah dapat memberikan kebahagiaan bagi dirinya sebagai orang tua.