Pemasok Pangan

...
Arizon - NON AKTIF

Mitra Warung Berkah

"Alhamdulillah saya bisa ikut berpartisipasi melalui sumbangan makanan. Harta yang dapat menolong kita di akhirat nanti adalah sedekah, maka dari itu ketika kita memiliki rezeki kita harus bersedekah. Hal yang paling disyukuri saat ini.. Alhamdulillah masih bisa hidup dan bernafas itu suatu nikmat, dengan cara memberikan orang makan dengan bersedekah. "

Pak Arizon, pedagang makanan khas Minang di Kedoya, Jakarta Barat, sudah menjadi pemasok makanan Etalase Berkah selama 1 tahun. Menurutnya, setelah ada Dapur Berkah ia merasakan peningkatan omzet yang signifikan, terlebih di kala pandemi seperti saat ini. 

Pak Arizon sudah merasakan #KeindahanBerbagiBerkah yang mendorong dirinya untuk ikut berkontribusi bersama Dapur Berkah dalam membagikan makanan gratis di luar kuota harian yayasan. 

Pak Arizon mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat ikut berpartisipasi melalui sumbangan makanan. 

Berbekal rasa syukur atas segala nikmat dan semangat bersedekah membuat pria kelahiran 40 tahun silam ini terus semangat menatap masa depan dengan harapan negeri ini segera terbebas pandemi.

...
Nurmanis

Mitra Etalase Berkah R.M. Manimbau Baliak (disalurkan di R.M. Rantau Batuah)

“Rezeki yang diberikan Allah itu kan tidak semua milik kita, tapi ada milik orang lain makanya aku senang dengan adanya Dapur Berkah ini. Semenjak ada Dapur Berkah aku merasakan berkah yang luar biasa. Semoga amanah ini terus memanjang.”

Bu Nurmanis (48) perempuan asal Sumatera Barat ini merantau ke Jakarta sejak 30 tahun silam dan memulai usahanya sejak berkeluarga, berjualan di daerah Tangerang sejak 20 tahun lalu membuat bu Nurmanis cukup dikenal di daerahnya namun setelah pandemi melanda negeri ini omzet penjualannya menurun drastis dan membuatnya berpindah ke tempat yang lebih kecil. 

Kesempatan menjadi #SahabatBerkahBerdaya bagi ibu dua orang anak ini merupakan kesempatan berharga yang selalu ia syukuri karena selain merasakan peningkatan omzet yang signifikan, program Siang Berkah ini juga mendorong dirinya untuk bersedekah. Bu Nurmanis sudah menjadikan sedekah sebagai bagian dari gaya hidup dengan konsisten berkontribusi membagikan makanan gratis di daerahnya. Kedepannya ia berharap Dapur Berkah akan lebih maju dan dapat membantu lebih banyak orang yang membutuhkan.

...
Siti Aminah

Mitra Jajanan Berkah

"Saya suka membantu karena saya juga pernah mengalami kesulitan, jadi tau rasanya. Kadang saya memberi dagangan saya sendiri yang tidak habis. Semoga Dapur Berkah sukses sehingga kerjasamanya penyaluran peyek dari saya bisa lanjut terus"

 Bu Siti Aminah, merupakan wanita berusia 50 tahun asal Semarang. Ia telah bermigrasi ke Jakarta pada tahun 1972 dan bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga. Sejak tahun 1992, beliau mulai belajar dan berdagang kue mengikuti kakaknya. 

Siti Bersyukur telah turut bergabung dengan program Jajanan Berkah dan berharap penyaluran peyek darinya dalam program pemberdayaan Sahabat Berkah Berdaya bisa berlanjut terus.

...
Pak Erwin

Mitra Warung Berkah

 "Ada janji Allah, dimana ketika memberi kebaikan, maka kita juga akan mendapatkannya. Jadi di komunitas ini ditanamkan nilai untuk memberi tidak meminta."

Pria kelahiran Jakarta tahun 1966 ini merupakan tunanetra yang berkerja sebagai pemasok kerupuk untuk teman tunanetra lainnya jual. Tergabung di forum tunanetra fisabililah sebagai ketua umum sejak tahun 2018, ia mulai aktif di komunitas tunanetra sejak tahun 2011 setelah sempat menutup diri dari lingkungan. Hal itu dilakukan agar tidak memberatkan keluarga seperti belajar membaca Al-Quran, komputer, membuka panti pijat, berdagang. Menurutnya, Allah memberikan jalan bagi mereka yang sabar dan berusaha sebisa mungkin untuk mandiri. Meskipun diskrimasi pasti ada. Ia sempat kuliah bidang hukum namun tidak selesai karena kondisi yang tidak bisa disembuhkan. Ia juga sempat mengikuti pendidikan dasar kemiliteran, dengan nilai disiplin yang ia pupuk dalam diri sendiri dan komunitas 

Di masa pandemi, tunanetra makin terabaikan, dan forum tunanetra fisabilillah membuka lebih luas hak para penyandang disabilitas,serta dukungan sesama untuk berjuang agar tidak dipandang rendah oleh orang lain. 

Bagian dari keuntungan sebagai supplier kerupuk disisihkan untuk teman yang mengalami musibah. Ia bersyukur Dapur Berkah turut membeli secara rutin. Mennurutnya, Dapur Berkah merupakan contoh untuk masyarakat ikuti. 

Ada janji Allah, dimana ketika memberi kebaikan, maka kita juga akan mendapatkannya. Jadi di komunitas ini ditanamkan nilai untuk memberi tidak meminta. 

Dapur Berkah sudah begitu bagus dengan upayanya memberi makan secara gratis apalagi di Kondisi Pandemi karena berkurangnya pemasukan. Untuk jangka panjang kita ingin mendirikan panti jompo untuk penyindang fasibilitas yang sudah tidak produktif.

...
Asep Siswoyo - NON AKTIF

Mitra Warung Berkah

“Saya berterima kasih dan senang bisa menjadi supplier karena berbagi itu hal istimewa, saya juga berharap produk yang dipasok bisa menjadi berkah dan obat yang menyehatkan untuk orang-orang yang dibantu oleh Dapur Berkah.”

Asep Siswoyo (54) atau yang lebih akrab dikenal dengan sebutan Pak Yoyo merupakan pemasok Gula Jawa atau Gula Merah untuk program Sembako Berkah. Pak Yoyo melanjutkan usaha Gula Jawa atau Gula Merah milik Almarhum kakaknya yang telah dirintis sejak 1 tahun silam. Sejak bulan Februari 2022, Pak Yoyo melanjutkan usaha milik kakaknya dan kembali berkontribusi sebagai pemasok bahan makanan bersama Dapur Berkah.

Menurut pria kelahiran Ciamis, 26 Mei 1968 ini pemesanan rutin dari Dapur Berkah sangat membantu perekenomian keluarganya terlebih saat ia memutuskan untuk pensiun dini dari pekerjaan sebelumnya dan tidak memiliki pekerjaan pasti / serabutan.

“Salah satu penghasilan utama yang saya dapatkan adalah pemesanan Gula Jawa dari Dapur Berkah yang dapat membantu perekonomian keluarga.” Tutur Pak Yoyo.

Pria yang sempat berprofesi sebagai supir pribadi ini, berharap kerja sama yang panjang dengan Yayasan Nur Dapur Berkah dan berharap program-program Yayasan dapat menjadi hal yang istimewa di mata masyarakat.

Lihat program bersama para mitra pemasok makanan