Pemasok Produk

...
Akhyar A'zizi - NON AKTIF

Pemasok tas belanja berkah ramah lingkungan

kuota harian yayasan. Pak Arizon mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat ikut berpartisipasi melalui sumbangan makanan. Berbekal rasa syukur atas segala nikmat dan semangat bersedekah membuat pria kelahiran 40 tahun silam ini terus semangat menatap masa depan dengan harapan negeri ini segera terbebas pandemi.

Dapur Berkah telah berkontribusi dengan memesan lebih dari 200 tas kain dari seorang pengusaha jahit yang menjadi #SahabatBerkahBerdaya. 

Akhyar A'zizi seorang pengusaha jahit kelahiran Jakarta, tahun 1983 ini telah menekuni usaha sebagai wiraswasta sejak 8 tahun silam. Selain berprofesi sebagai wiraswasta beliau juga bekerja sebagai pengajar di lembaga pendidikan non-formal sejak tahun 2012.

Pandemi yang melanda negeri ini sangat berdampak terhadap penghasilan Akhyar. Setidaknya omzet usahanya menurun hingga 50%. 

Sebagai bentuk konsistensi Yayasan dalam menebar keberkahan, Akhyar mendapatkan kesempatan untuk menjadi pemasok tas kain untuk kemasan paket Sembako Berkah dan tas belanja yang dapat dibeli Sahabat Penebar Berkah, dimana keuntungannya disalurkan sebagai donasi.

...
Ibu Nur - NON AKTIF

Pemasok tas belanja berkah ramah lingkungan

"Pandemi menurunkan rezeki saya sekitar 75%. Semoga semakin banyak yang tahu Dapur Berkah, saya suka menceritakan tentang Dapur Berkah ke orang karena saya sudah merasa tertolong sekali." 

Berusia 55 tahun, Ibu Nur telah menjahit sejak 25 tahun silam. Menetap di kawasan Jakarta Timur, selama 20 tahun ia menjahit tali selempang gitar. Pandemi menurunkan pemasukannya sebesar 75%. Penjualan menurun akibat berkurangnya mobilitas untuk penjualan. Anaknya yang berdagang di kawasan sekolah juga harus berhenti berkerja. Kerjasamanya dengan Dapur Berkah untuk membuat tote bag, membuatnya merasa sangat tertolong dan bersyukur. Ia berharap agar lebih banyak donatur yang menyumbang di Dapur Berkah agar semakin sukses.